Selasa, 16 Agustus 2011

Gubah Lirik

Lagu ini sebenarnya lagu korea dari OST. Secret Garden. Lagunya berjudul 'Here I Am', dan di dramanya itu dinyanyikan oleh Oscar. Tapi langsung saya ubah liriknya jadi seperti ini.


di sini
tetap di sini
di sini aku berdiri
dan takkan pergi...

di sini
s'lalu di sini
di sini mencintaimu
tak akan hilang

setiap kenangan
tak pernah terlupakan
bawalah cinta ini bersamamu, sayang

ku kan s'lalu berdiri, di sini
ku kan s'lalu berdiri, di sini


#note: coba download versi intumental lagu 'Here I Am' dan nyanyikan bersama lirik lagu di atas.

Jumat, 12 Agustus 2011

Kujadikan Diriku Buruk



Sekarang dia menganggapku seperti hantu yang mengganggu dan meneror hari-harinya. Dia menganggapku lumpur yang mengganggu perjalanannya. Dia melihatku seperti sinar matahari yang menyengat kulitnya. Kurasa, dia membenciku dengan semua perasaan yang dia punya. Dia menganggapku sebagai mimpi buruk yang harus cepat dilupakan.

Sayangnya, aku memang menaruh diriku pada kondisi seperti itu. Aku menginginkan dia membenciku. Aku ingin dia menganggapku sebagai pengganggu. Aku memang ingin dia melupakanku. Karena dengan melupakanku entah mengapa aku kian mencintainya. Entah mengapa aku selalu memikirkan dia. 

Aku ingin menjadi mimpi buruk yang melindunginya. Aku ingin menjadi hantu yang tetap berada di dekatnya. Mengusir hantu lain yang ingin mengotorinya. Aku ingin menjadi lumpur di tengah-tengah perjalanannya, agar dia merasa bahwa masih ada yang masih kotor dan buruk daripada dia. Aku ingin jadi sengatan panas matahari yang ingin menguapkan masalah yang ada di pikirannya.

Aku ingin menjadi yang buruk dan jelek di matanya, karena dengan begitu, aku akan terus mengingatnya.

Quote 7


"kita selalu bersandar pada apa yang kita ketahui, bukan pada apa yang tak kita ketahui. mengapa? karena sesungguhnya manusia, kebanyakan di antaranya, lebih suka menghindar dari risiko yang ada ketimbang mengambil atau menghadapi risiko tersebut."

Sabtu, 06 Agustus 2011

Namamu Herina


satu terang, dua samar, tiga gelap
datang, datang wahai mimpi
saat aku terbujur sepi

Herina... Herina... Herina...
namamu kuucapkan tiga kali

kabulkan semua yang tak nyata
meski kau tak lagi di dunia.
pun di alam semesta. 

Perawan

"Siapa kamu?" kataku.

"Aku perempuan suci."

"Suci? Aku rasa, sepertinya kau sudah salah menyandingkan kata-katamu tadi."

"Apa maksudmu?" Dia keheranan.

"Bukankah suci itu tanpa dosa, tak bernoda. Sedang perempuan itu, maksudku, itu bukan kata atau sebutan yang tepat." Aku melanjutkan, "Kau seharusnya menggunakan kata perawan--perawan suci. Menurutku, itu baru sandingan yang benar."

Dia tertawa. Seolah-olah ada bagian dari kata-kataku tadi yang lucu.

"Kenapa? Apanya yang lucu?"

Sabtu, 30 Juli 2011

Love and Hate

Malam ini, earphone ponselku untuk kesekian kalinya terselip lagi di telingaku, kaku, sama seperti bulir-bulir air mata yang masih menetap di sudut-sudut kelopak mataku, menolak jatuh. Aku tak tahu harus berbuat apa. Bingung. Dilema. Bukti bahwa kesedihan baru saja melandaku. Baru sepuluh menit berlalu sejak percakapan itu selesai, berakhir untuk selamanya. Entah kenapa, dunia seperti runtuh dengan tiba-tiba, langsung menimpaku saat itu juga. Aku tak bisa mengelak atau mengira-ngira bahwa hal itu tak akan terjadi sebelum terlambat. Mau diapakan lagi. Toh sekarang, semuanya tidak bisa diputar balik. Ini dunia nyata, bukan mimpi, dan ini adalah fakta yang meskipun berat, harus kuterima.